Sabtu, 17 Januari 2009

Netbook Rp 3 Jutaan Kian Popular


Jakarta – Notebook mini atau netbook diperkirakan akan terus popular di 2009. Selain unik, banderol yang murah menyebabkan netbook bisa dijangkau oleh banyak kalangan. Namun tidak semua vendor serius menggarap pasar ini, karena marginnya kecil.

Data terbaru pengapalan notebook di seluruh dunia menunjukkan peran besar netbook. Data yang dikeluarkan IDC (International Data Corporation) triwulan ketiga 2008 menunjukkan Hewlett-Packard terus memegang posisi teratas dengan pengapalan 14,9 juta unit dan market share 18,8% di seluruh dunia.

Tapi pemenang di periode itu sebenarnya adalah Acer yang berhasil meningkatkan pengapalan produknya hingga 45%. Acer di periode itu berhasil mengapalkan lebih dari 3 juta notebook yang mayoritas disumbang oleh netbook.

Sangat jelas strategi pemasaran netbook yang dijalankan perusahaan Taiwan itu, mampu memberikan hasil. Pada saat ini, market share Acer hanya beda 2% dari Dell. Untuk 2009, Acer terus menyiapkan produk netbooknya termasuk yang menggunakan layar lebih besar.

Intel merupakan perusahaan yang paling diuntungkan dengan cepat melejitnya netbook yang menggunakan prosesor Atom-nya. Prosesor Atom menjadi menarik, karena ukurannya lebih kecil dan lebih efisien, sehingga ideal bagi laptop murah.

Pemasaraan prosesor Atom sebenarnya di luar perkiraan Intel. Sebelumnya Intel membuat prosesor itu untuk laptop bagi negara miskin agar mampu membelinya. Tapi kenyataannya prosesor ini digunakan oleh perusahaan besar semacam Acer dan Asus untuk konsumen berduit yang ada di wilayah Eropa dan Amerika Utara.

Tapi kepopuleran prosesor murah itu bisa mengkanibal laptop high end. Intel menyebut, netbook berbasis Atom menjadi pesaing laptop dengan prosesor murah dari pesaingnya, AMD.

Masing-masing produsen punya strategi sendiri-sendiri terhadap netbook. Meskipun Acer berhasil mendongkrak penjualan, tapi produsen semacam Hewlett-Packard dan Dell tidak terlalu tertarik memasarkan netbook.

Beda dengan perusahaan Taiwan semacam Asus dan Acer yang gencar memasarkan netbook berharga murah, HP dan Dell telah lama frustasi dengan margin rendah yang didapat dari bisnis produk low end.

Perusahaan besar itu lebih tertarik membuat produk dengan desain lebih cerdas. Juga menawarkan software canggih sehingga mendorong konsumen rela mengeluarkan uang lebih banyak. Sebuah strategi yang juga dilakukan oleh Apple dan selalu sukses.

Asus punya strategi sendiri. Meski terhitung sebagai pihak yang mengenalkan netbook, tetapi terus memelihara notebook high end. Termasuk meluncurkan notebook dengan desain unik misalnya saja menggunakan bambu.

Produk Manager Asus Indonesia Juliana Cen mengatakan tidak bisa memastikan produk-produk yang lebih terjangkau seperti netbook, akan menjadi mainstream di 2009. “Netbook tetap akan di kelas netbook, tentu dengan segmen yang makin variatif,” katanya.

Fitur yang ditawarkan oleh produsen disesuaikan dengan segmen yang dibidik. Untuk yang sensitif dengan harga, Asus menawarkan spesifikasi standar dan desain biasa.

Sedangkan konsumen di segmen middle-high, lebih sensitif dalam hal pemilihan notebook. Tidak hanya memperhatikan spesifikasi, tetapi juga desain dan keunggulan lain semisal ketahanan baterai hingga fitur penghemat energi.

Marketing Communication Manager Axioo International Pte Ltd produsen notebook Axioo, Devi Yosita mengatakan, netbook merupakan salah satu produk yang saat ini sedang tinggi peminatnya. Produk ini menjadi pilihan karena konsumen menganggap ukuran laptop terlalu besar, padahal keperluannya hanya untuk koneksi ke internet.

Sementara jika menggunakan perangkat handset kurang nyaman, karena layarnya terlalu kecil. Sedangkan layar netbook ukurannya cukup memadai sampai 10 inci

Netbook rata-rata memiliki berat kurang dari setengah kilo, layar maksimal 10 inci, prosesor rendah daya untuk menghemat baterai dan fitur untuk koneksi ke internet. Harga yang ditawarkan di kisaran Rp 3 jutaan.

Devi mengatakan, netbook murah bukan ancaman bagi notebook high end karena masing-masing konsumen memiliki kebutuhan sendiri. Bagi yang sudah memiliki laptop, produk netbook bisa sebagai produk kedua.

Netbook juga menjadi produk pilihan bagi anak muda. “Dengan kemampuan WiFi yang dimilikinya, pengguna tetap memiliki akses ke situs Facebook yang sedang popular. Selain itu juga bisa terus bisa berhubungan dengan kerabatnya melalui email,” imbuhnya. [E1].


INILAH.COM

1 komentar:

oelumz mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.